KRITIK NABI AMOS TERHADAP KETIDAKADILAN SOSIAL KEAGAMAAN PERIBADATAN : RELEVANSINYA BAGI KEKRISTENAN MASA KINI
Keywords:
Amos, Ketidakadilan sosial, Keagamaan, Peribadatan, Umat, Iman, Rumah ibadahAbstract
Kritik nabi Amos terhadap ketidakadilan sosial yang terjadi pada abad ke-8 sM, termasuk di antaranya adalah kejahatan di lembaga keagamaan, memberikan informasi penting dalam era perjuangan menegakkan keadilan di masa kini. bahwa ketidakadilan sosial keagamaan, peribadatan yang terjadi pada bangsa Israel Utara juga terjadi pada kehidupan masa kini di rumah Ibadah yang dilakukan oleh pelayan keimaman, dan umat. Metode Penelitian dalam makalah ini, Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif . Peneliti menjadi instrument penelitian sekaligus menjadi pengumpul data. Sumber data yang digunakan adalah Peneliti sebagai instrument penelitian, berfungsi untuk menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisa data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan dari apa yang ditemukan di lapangan. Peneliti melakukan kajian literatur. Melalui studi literatur, peneliti melacak referensi literatur, makalah, maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan kajian. Nabi Amos menghendaki terjadinya keadilan sosial keagamaan, peribadatan di dalam Bait Allah, baik umat maupun para pelayan keimaman mengupayakan keadilan sosial. Kegagalan umat dan para imam dalam mengupayakan keadilan sosial dapat dilihat dalam bentuk: Akar kejahatan, umat menolak hukum Tuhan, Ketidakadilan Sosial Keagamaan, Ibadah Israel, Ibadah jahat. Hasil dari kajian kitab Amos membangun pemikiran dan pemahaman untuk menegakkan keadilan sosial keagamaan, peribadatan di Bait Allah. Sehingga Bait Allah dapat berfungsi dengan benar sesuai dengan tujuan dan panggilan gereja masa kini.
References
Alkitab Edisi Studi, Jakarta : Penerbit Lembaga Alkitab Indonesia, 2010.
Baker David L., Mari Mengenal Perjanjian Lama, (Jakarta : Penerbit BPK Gunung Mulia, 2004).
Blommendaal J, Pengantar kepada Perjanjian Lama (Jakarta : Penerbit BPK Gunung Mulia,2003).
Boland B.J, Kitab Amos, Tafsiran Alkitab, (Jakarta : penerbit BPK Gunung Mulia, 2015).
Boyd Frank M., Kitab Nabi-Nabi Kecil, (Malang : Penerbiit Gandum Mas, 2016).
B.Zuck Roy, A Biblical Theology of The Old Testament, (Malang : PenerbitGandum Mas, 2021).
Handbook to the Bible, Pedoman Lengkap Pendalaman Alkitab, (Bandung : Penerbit yayasan Kalam Hidup, 2004).
https://pakbrobertheologi.blogspot.com/2019/04/tugas-panggilan-gereja-didaskalia.html.
Lembaga Alkitab Indonesia, Ensiklopedi Alkitab Masa Kini jilid I (Jakarta : Penerbit Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2000)
Nikijuluw Victor P.H., Kitab Amos, tanggung jawab orang Kristen dalam mengatasi masalah sosial, bugaya, ekonomi, dan politik, (Jakarta : penerbit Literatur Perkantas, 2016).
Paimoen Eddy , Kerajaan Allah dan Gereja, (Jakarta : Penerbit Yayasan Kasih Abadi, 2004), 43.
Pakasi Monica G.Ch, “Pemerkosaan Keadilan Menurut Kajian Hermeneutik Amos 5:7-13, 2021.
Pakpahan Gernaida KR., Jalan Sunyi Kenabian Amos: Perjuangan menegakkan keadilan (Jakarta: Penerbit Hegel Pustaka, 2020).
Pakpahan Gernaida K.R., Kristalisasi Keadilan Sosial Dalam Kitab Amos,( Jakarta : penerbit STT Bethel Indonesia, 2012).
Pakpahan Gernaida K.R., “Membangun solidaritas kemanusiaan: kritik nabi Amos terhadap praktik pelanggaran hak asasi manusia” in Manna Rafflesia, 2021.
Pengabean Kristina Ade Maria, Perlawanan Terhadap Ketidakadilan Hukum dan Sosil dalam kitab Amos dan aplikasinya bagi Indonesia, Jurnal, 2019.
Utomo Bimo Setyo, Ibadah yang Benar menurut Amos 5:4-6 dan Relevansinya bagi Tugas dan Panggilan Gereja di Masa Kini, Magnum Opus, Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen, 2020.
Yanti Maria Evvy, Teologi Deuteronomistis Amos 4:1-3 Bagi kehidupan sosial umat, Jurnal, 2018.



