PEMANFAATAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PENGINJILAN DIGITAL BAGIGENERASI Z MELALUI MEDIA SOSIAL:KAJIAN TEOLOGIS
Kata Kunci:
Artificial Intelligence, penginjilan digital, Generasi Z, media sosial, teologi digital, pemuridanAbstrak
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara teologis sebagai sarana pendukung penginjilan digital bagi Generasi Z melalui media sosial. Perkembangan AI dan media sosial telah mengubah cara Generasi Z berkomunikasi, memperoleh informasi, membangun relasi, dan berinteraksi dengan pesan-pesan keagamaan. Perubahan tersebut memberikan peluang baru bagi gereja untuk memberitakan Injil melalui berbagai platform digital, sekaligus menghadirkan tantangan teologis dan etis berkaitan dengan autentisitas, tanggung jawab manusia, otoritas Kitab Suci, pengaruh algoritma, dan dimensi relasional dalam penginjilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai kajian teologis, misiologis, dan interdisipliner mengenai AI, teologi digital, media sosial, Generasi Z, dan penginjilan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat mendukung penginjilan digital melalui produksi konten, penerjemahan, personalisasi pesan, pengembangan visual, dan perluasan jangkauan pemberitaan Injil. Namun, AI tidak dapat menggantikan manusia sebagai saksi Kristus karena tidak memiliki iman, pengalaman spiritual, tanggung jawab moral, dan kehadiran relasional sebagaimana manusia. Oleh karena itu, AI perlu ditempatkan sebagai sarana misi, bukan subjek misi. Kristus tetap menjadi pusat Injil, Kitab Suci menjadi dasar pemberitaan, manusia menjadi saksi, AI berfungsi sebagai sarana pendukung, media sosial menjadi ruang komunikasi dan perjumpaan, sedangkan arah akhir penginjilan digital adalah terbentuknya relasi dan pemuridan. Kata-kata kunci: Artificial Intelligence, penginjilan digital, Generasi Z, media sosial, teologi digital, pemuridan abstract The purpose of this study is to examine the theological use of Artificial Intelligence (AI) as a supporting medium for digital evangelism among Generation Z through social media. The rapid development of AI and social media has transformed the way Generation Z communicates, obtains information, builds relationships, and encounters religious messages. This transformation provides new opportunities for the church to proclaim the gospel through digital platforms, while also raising theological and ethical challenges concerning authenticity, human responsibility, biblical authority, algorithmic influence, and the relational nature of evangelism. This study employs a descriptive qualitative method through a literature review of theological, missiological, and interdisciplinary studies concerning AI, digital theology, social media, Generation Z, and Christian evangelism. The findings indicate that AI can support digital evangelism through content production, translation, personalization, visual development, and wider dissemination of gospel messages. However, AI cannot replace human beings as witnesses of Christ because it does not possess faith, spiritual experience, moral responsibility, or relational presence. Therefore, AI should be positioned as a means of mission rather than a subject of mission. Christ remains the center of the gospel, Scripture remains the foundation of its message, human beings remain witnesses, AI functions as a supporting tool, social media becomes a space for communication and encounter, and the ultimate direction of digital evangelism is relationship and discipleship. Key words: Artificial Intelligence, digital evangelism, Z Generation, social media, digital theology, discipleshipReferensi
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara teologis sebagai sarana pendukung penginjilan digital bagi Generasi Z melalui media sosial. Perkembangan AI dan media sosial telah mengubah cara Generasi Z berkomunikasi, memperoleh informasi, membangun relasi, dan berinteraksi dengan pesan-pesan keagamaan. Perubahan tersebut memberikan peluang baru bagi gereja untuk memberitakan Injil melalui berbagai platform digital, sekaligus menghadirkan tantangan teologis dan etis berkaitan dengan autentisitas, tanggung jawab manusia, otoritas Kitab Suci, pengaruh algoritma, dan dimensi relasional dalam penginjilan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi kepustakaan terhadap berbagai kajian teologis, misiologis, dan interdisipliner mengenai AI, teologi digital, media sosial, Generasi Z, dan penginjilan Kristen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI dapat mendukung penginjilan digital melalui produksi konten, penerjemahan, personalisasi pesan, pengembangan visual, dan perluasan jangkauan pemberitaan Injil. Namun, AI tidak dapat menggantikan manusia sebagai saksi Kristus karena tidak memiliki iman, pengalaman spiritual, tanggung jawab moral, dan kehadiran relasional sebagaimana manusia. Oleh karena itu, AI perlu ditempatkan sebagai sarana misi, bukan subjek misi. Kristus tetap menjadi pusat Injil, Kitab Suci menjadi dasar pemberitaan, manusia menjadi saksi, AI berfungsi sebagai sarana pendukung, media sosial menjadi ruang komunikasi dan perjumpaan, sedangkan arah akhir penginjilan digital adalah terbentuknya relasi dan pemuridan.
Kata-kata kunci: Artificial Intelligence, penginjilan digital, Generasi Z, media sosial, teologi digital, pemuridan
abstract
The purpose of this study is to examine the theological use of Artificial Intelligence (AI) as a supporting medium for digital evangelism among Generation Z through social media. The rapid development of AI and social media has transformed the way Generation Z communicates, obtains information, builds relationships, and encounters religious messages. This transformation provides new opportunities for the church to proclaim the gospel through digital platforms, while also raising theological and ethical challenges concerning authenticity, human responsibility, biblical authority, algorithmic influence, and the relational nature of evangelism. This study employs a descriptive qualitative method through a literature review of theological, missiological, and interdisciplinary studies concerning AI, digital theology, social media, Generation Z, and Christian evangelism. The findings indicate that AI can support digital evangelism through content production, translation, personalization, visual development, and wider dissemination of gospel messages. However, AI cannot replace human beings as witnesses of Christ because it does not possess faith, spiritual experience, moral responsibility, or relational presence. Therefore, AI should be positioned as a means of mission rather than a subject of mission. Christ remains the center of the gospel, Scripture remains the foundation of its message, human beings remain witnesses, AI functions as a supporting tool, social media becomes a space for communication and encounter, and the ultimate direction of digital evangelism is relationship and discipleship.
Key words: Artificial Intelligence, digital evangelism, Z Generation, social media, digital theology, discipleship



